Ada Apa Dengan Islam?



Sudah 24 tahun berlalu , sebaik sahaja saya dilahirkan, abah terus mengazankan dan mengiqamahkan di telinga saya.

Saya terus dibesarkan dalam didikan penuh dengan nilai keagamaan.

Namun, hal itu rupa-rupanya membuatkan saya sering menilai kehidupan beragama ini dari sudut tanggungjawab semata-mata.

Setiap hari kena solat 5 waktu. Berbuih mulut mak bertanya, "dah sembahyang ke belum?"

Bulan puasa, letih mak kejut bangun sahur dan macam-macam lagi nostalgia 'liat dan culas' semasa kanak-kanak.

Mengimbau lebih 1400 tahun yang lalu, terkenang kepada perjuangan baginda Rasulullah s.a.w. yang tiada putus ujian dan dugaan yang diberikan kepada baginda.

Hairannya, Allah s.w.t. secara jelas memaklumkan tentang kasih-Nya kepada baginda, namun, kekasih-Nya itu dibiarkan hidup penuh ranjau dan duri.

Diancam bunuh, dibaling dengan batu, kelaparan, hidup dalam bilik yang kecil, berdepan dengan pedang musyrikin... semua itu adalah rencam kehidupan seorang kekasih Tuhan!

Dalam kehidupan yang nyawanya seperti telur di hujung tanduk, seorang sahabat baginda pernah menyarankan supaya baginda mendoakan keburukan untuk orang musyrikin. Namun, apa jawab baginda?

"Sesungguhnya aku tidak diutuskan untuk melaknat (orang lain). Aku hanya diutuskan sebagai rahmat" (Riwayat Muslim).

Allah akbar!

Bilakah kali terakhir kita tidak mencerca rakan muslimin kita? Bilakah kali terakhir kita tidak menghina bos kita? Bilakah kali terakhir kita tidak mengutuk ahli keluarga kita?

Oh! Sudah tentu masih boleh diingati, kerana baru je sekejap tadi kita mengata mereka!

Astaghfirullah al-'azim...

Rasulullah s.a.w. diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dari kita, namun baginda sama sekali tidak mahu mendoakan sesuatu yang buruk kepada mereka.

Malah baginda tetap mengharapkan agar hidayah Allah s.w.t. akan dilimpahkan kepada mereka.

Islam adalah agama rahmat. Agama yang penuh kasih sayang.

Agama yang mengajak kepada keharmonian. Agama yang penuh tolak ansur.

Agama yang mementingkan pembentukan maslahat dalam syariat.
Islam bukan hanya semata-mata solat dan puasa. Islam lebih dari itu. Islam ialah syariat yang terindah.

Tahun berganti tahun. Siang berganti malam. Umurku sudah meningkat usia seiring dengan kematanganku. Daku berdoa semoga ilmu dan kelebihan yang aku ada dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk berbakti kepada agama yang mulia ini. Semoga kawan-kawan yang mengunjungi blog ini juga sedikit sebanyak dapat mengambil pengajaran seterusnya bermuhasabah untuk menjadi MUkmin Profesional di abad ini.INSYAALLAH.

Taqwim Hijrah Lebih Sahih


Penanggalan Lunar Year dimulai dari Gerhana Surya dengan pengetahuan bahwa sorenya pasti ada Hilal Bulan di ufuk barat. Sekiranya tanggal 1 Muharram, yaitu bulan pertama, bertepatan dengan tanggal 21 Maret atau 22 September pada abad 20 Masehi, tentulah terjadi gerhana penuh di tempat tertentu pada ekuator Bumi. Hal ini memang telah berlaku pada tanggal 21 Maret 1901 waktu mana Umbra atau gerhana penuh terjadi. Kemudian 1 Muharram tercatat tanggal 20 Maret 1935 dan tanggal 19 Maret 1969, waktu itu terdapat Penumbra atau gerhana tidak penuh di Sumatra Tengah, tegasnya di Bukit Tinggi, dan hal itu juga menjadi bukti bahwa Bumi dalam orbit ovalnya keliling Surya melalui garis zigzag atau melenggang ke utara dan ke selatan garis Ekliptik sesudah topan Nuh sampai kini.

Karena itulah garis Umbra gerhana penuh pada tanggal 23 Desember sampai dengan 21 Juni melengkung arah ke utara permukaan Bumi karena waktu itu Bumi bergerak ke selatan garis Ekliptik keliling Surya, lalu bayangan Bulan tampak bergerak ke utara. Sebaliknya jika gerhana itu berlaku pada tanggal 22 Juni sampai dengan 22 Desember, Umbra tampak melengkung arah ke selatan selaku bayangan Bulan karena waktu itu Bumi bergerak ke utara.


Namun gerhana Surya pada tanggal 21, 20, 19 Maret tadi telah kita pergunakan selaku bahan penyusunan Kalender Nuclear untuk satu abad Hijriah dan Masehi, diterbitkan lalu diedarkan pada masyarakat umum. Dengan perhitungan atas orbit Bumi dan orbit Bulan sebagai di atas tadi, kita memperoleh ketentuan bahwa:

1. Ramadhan memiliki 29 hari tetapi 30 hari pada tahun ketiga, atau seperti yang dicatatkan di
bawah.

2. Satu tahun Qamariah terdiri dari 354 hari, tetapi 355 hari pada tahun ketiga.
Bilamana tercatat tanggal 1 Ramadhan hari Senen maka tanggal 10 Zulhujah hari Ahad pada tahun tersebut. Tetapi jika Ramadhan terdiri dari 30 hari maka tangal 1 Ramadhan dan tanggal 10 Zulhijah berlaku pada hari bersaman.

3. Di bawah ini disusunkan Kalender Lunar Year dari tahun 1351 sampai dengan 1450 Hijriah.
Ramadhan terdiri dari 29 hari, tetapi pada angka tahun didahului tanda tambah (+) Ramadhannya 30 hari, dan Syawal, Zulkaedah, Zulhijah tahun itu dimundurkan satu hari:

Di bawah ini dimuatkan pula Kalender solar Year dari th. 1920 sampai dengan 2020 Masehi, angka tahun yang didahului tanda silang (x) maka Februari-nya terdiri dari 29 hari, dan kolom Januari dan Februari-nya juga ditandai dengan x.

sila klik http://myquran.com/forum/showthread.php/9136-Kalender-Islam-Lebih-Benar-Dari-Masehi%EF%BB%BF

Penanggalan Hijriah 1351 sampai dengan 1450 dan penanggalan Masehi 1920 sampai dengan 2020 di atas dapat dijadikan berhadapan dalam satu halaman di mana kolom
N U C L E A R memberikan keterangan tentang nama hari pada setiap bulan.

Adakah ayat suci yang menganjurkan manusia memakai penanggalan Qamariah ?

Alquran memberikan hal-hal yang logis yaitu yang sesuai dengan pertimbangan dan pemikiran wajar, ini disebut kan pada berbagai ayat di antara lain pada 3/60. Alquran mengandung pokok keterangan bagi seluruh persoalan, dinyatakan pada ayat 16/89, hanya manusia juga yang belum sesungguhnya dapat mengambil dan memakaikan seluruh keterangannya. Mengenai penanggalan secara spontan Alquran memberikan anjuran sebagai dimaksudkan di bawah ini :

[FONT=Book Antiqua]
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ
تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
9/36. Bahwa bilangan bulan-bulan pada Allah ialah dua belas bulan pada ketetapan Allah atas hari (tatasurya)
yang DIA ciptakan planet dan Bumi. Dari pada bulan-bulan itu ada EMPAT bulan Mulia. Itulah agama yang kukuh,
maka janganlah menzalimi dirimu pada bulan-bulan itu, dan perangilah orang-orang musyrik seluruhnya sebagaimana
mereka memerangi kamu seluruhnya, dan ketahuilah bahwa Allah itu bersama orang-orang yang insyaf.

Rangkaian ayat suci di atas ini secara jelas menerangkan bahwa penangalan yang berlaku dan yang harus dipakai di seluruh kehidupan dalam daerah tatasurya ini adalah penanggalan Qamariah di Bumi. Pergantian musim nyata semakin pendek waktunya, dan kalau orang memakai penanggalan musim pula di Jupiter misalnya maka satu tahun di sana adalah sebelas tahun dl Bumi karena selama itu pula masa pergantian musirn di planet itu. apalagi kalau di Saturnus yang satu musimnya berlaku selama 29 tahun di Bumi.
Penanggalan Qamariah di Bumi mungkin banyak faedahnya terutama sewaktu telah berlangsung penerbangan antar planet. Satu-satunya planet yang memilik SATU BULAN hanyalah Bumi ini saja maka karenanya praktislah penanggalan Qamariah di Bumi dipakai untuk daerah tatasurya kita ini. Sebentar lagi terwujudlah hubungan antar planet itu sebagai realita dari maksud ayat 10/6 tadi dan sesuai dengan ayat 65/12, karenanya hendaklah orang membiasakan diri dengan maksud ayat 9/36 di atas tadi.

rujukan: laman sesawang myQuran Komunitas Muslim Indonesia

Doa Akhir & Awal Tahun Hijrah 1432